Pendakian Rinjani, menyambangi singgasana Dewi Anjani

Diantara puluhan gunung yang ada di Negeri ini, mungkin Rinjani adalah salah satu yang selalu mampu membuat mata saya selalu berbinar ketika mengingat ceritanya, mendengar namanya, dan melihat gambarnya. Selalu takjub, belum pernah bosan sekalipun jua. Rinjani membuat saya percaya dia adalah sebuah raksasa yang disematkan Tuhan dengan kokohnya diatas Pulau Lombok. Jika menurut legenda Semeru ditasbihkan mendiami timur Jawa, agar Pulau Jawa tak lagi terombang-ambing ditengah ganasnya lautan, mungkin Rinjani punya tujuan lain, membahagiakan pengagumnya. Saya hampir percaya dia adalah surga kecil yang di limpahkan Sang Pencipta untuk memberikan berkah tak terhingga bagi warga yang mendiami lerengnya. Tanah-tanah menjadi subur, udara menjadi sejuk, pemandangan menjadi indah, memberikan lapangan kerja yang banyak, dan pelbagai hal lainnya yang membuat Rinjani berhak disebut Sekeping Surga di Bumi Lombok

Mendengar Rinjani membawa ingatan saya tentang sebuah pendakian yang diawali mimpi panjang anak kuliahan yang kebingungan ingin menapaki Puncak Anjani. Dia kebingungan dengan siapa dan dengan cara apa agar berhasil kesana. Memang Rinjani tak perlu mengharuskan kita mengeruk uang di kantong terlalu dalam, tak perlu juga harus latihan fisik berpuluh minggu jungkir balik agar nanti prima menapaki tiap jengkal trek disana apalagi harus mempelajari teknik-teknik mendaki yang super rumit bagi saya sendiri seperti memanjat dinding, meniti tali, dan lain sebagainya. Rinjani hanya memerlukan dua bulan uang saku saya yang tidak boleh dipotong sedikitpun, Rinjani hanya perlu satu minggu penuh untuk disisihkan waktunya agar mampu dengan sempurna menikmati indahnya perjalanan dari trek Sembalun ke Senaru, Rinjani hanya butuh tenaga yang prima yang mampu memikul belasan kilo kerir dipunggung, bahkan jika engkau punya uang lebih, engkau bisa memilih untuk menyewa porter, Rinjani hanya perlu engkau terus melangkah, hingga akhirnya mimpi itu sempurna ketika engkau berada dititik tertingginga, 3726 Mdpl. Dan mimpi itu pula yang akhirnya mampu membawa saya berkali-kali menjejakkan kaki di puncaknya, dan selalu saja takjub tiada kira.

Lanjutkan membaca Pendakian Rinjani, menyambangi singgasana Dewi Anjani